Cara Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang Benar Sesuai Kurikulum Merdeka

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, Tujuan Pembelajaran (TP) menjadi komponen penting yang harus dipahami dan disusun dengan benar oleh guru. Tujuan Pembelajaran ini berperan sebagai arah pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan terencana, terukur, dan sesuai dengan capaian yang diharapkan. Kesalahan dalam menyusun TP dapat berdampak pada pembelajaran yang tidak fokus dan asesmen yang kurang tepat.

Sehingga pada akhirnya pelaksanaan pembelajaran akan rancu, dan tidak terarah. Guru bingung dalam melaksanakan pembelajaran begitu juga peserta didiknya.

Cara Menyusun Tujuan Pembelajaran Pada Kurikulum Merdeka

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara lengkap cara menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang benar sesuai Kurikulum Merdeka, mulai dari pengertian, prinsip, langkah-langkah, hingga contoh yang mudah dipahami.

Pengertian Tujuan Pembelajaran (TP)

Tujuan Pembelajaran (TP) adalah pernyataan tentang kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik setelah mengikuti satu atau beberapa kegiatan pembelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, TP disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) yang berlaku pada suatu fase.

TP dirumuskan secara lebih spesifik, operasional, dan dapat diukur. Dengan adanya TP, guru memiliki panduan yang jelas mengenai apa yang harus diajarkan, bagaimana proses pembelajaran dilakukan, dan bagaimana hasil belajar dinilai.

Peran Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Tujuan Pembelajaran memiliki peran strategis dalam pembelajaran, antara lain:

  1. Sebagai arah pembelajaran agar kegiatan belajar tidak menyimpang dari CP
  2. Dasar penyusunan modul ajar dan perangkat pembelajaran lainnya
  3. Acuan dalam pelaksanaan asesmen formatif maupun sumatif
  4. Panduan bagi guru dan peserta didik dalam mencapai kompetensi

Dengan TP yang jelas, pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan bermakna dan juga terarah.

Hubungan CP dan TP

Dalam Kurikulum Merdeka, hubungan antara CP dan TP sangat erat. CP merupakan kompetensi akhir pada suatu fase, sedangkan TP adalah penjabaran CP menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih rinci.

Satu CP dapat diturunkan menjadi beberapa Tujuan Pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu, guru harus memahami CP terlebih dahulu sebelum menyusun TP.

Setelah memahami CP maka guru bisa membuat Tujuan pembelajaran yang baik dan mudah dipahami serta jelas dan terarah.

Prinsip Menyusun Tujuan Pembelajaran yang Benar

Agar TP yang disusun efektif dan sesuai Kurikulum Merdeka, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

1. Berorientasi pada Peserta Didik

TP harus menyesuaikan dengan tahap perkembangan, kemampuan awal, dan kebutuhan belajar peserta didik.

2. Selaras dengan Capaian Pembelajaran

Setiap TP harus mengacu langsung pada CP yang berlaku di fase tersebut.

3. Menggunakan Kata Kerja Operasional

TP harus menggunakan kata kerja yang dapat diamati dan diukur, seperti menjelaskan, menganalisis, menyajikan, atau membuat.

4. Jelas dan Terukur

Rumusan TP harus spesifik dan memungkinkan guru melakukan penilaian terhadap ketercapaian tujuan.

Langkah-Langkah Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)

Berikut adalah langkah-langkah sistematis dalam menyusun Tujuan Pembelajaran yang benar:

1. Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

Langkah pertama adalah membaca dan memahami CP mata pelajaran pada fase yang diampu. Guru perlu mengidentifikasi kompetensi inti yang harus dicapai peserta didik.

2. Mengidentifikasi Kompetensi Esensial

Pilih kompetensi esensial dari CP yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran. Tidak semua isi CP harus dijadikan satu TP.

3. Menentukan Lingkup Materi

Tentukan materi atau konteks pembelajaran yang relevan dengan kompetensi yang akan dicapai.

4. Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Susun TP dengan format yang jelas, mencakup:

  • Peserta didik
  • Kata kerja operasional
  • Materi atau kompetensi
  • Kondisi atau konteks (jika diperlukan)

5. Memastikan Keterukuran TP

Pastikan TP dapat diukur melalui asesmen yang akan dilakukan, baik lisan, tertulis, maupun praktik.

Contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran

Berikut contoh TP yang disusun dengan baik:

Contoh TP Bahasa Indonesia (Fase C):
Peserta didik mampu menyajikan informasi penting dari teks bacaan secara lisan dengan bahasa yang santun dan runtut.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa TP:

  • Mengacu pada CP
  • Menggunakan kata kerja operasional
  • Dapat diamati dan dinilai

Kesalahan Umum dalam Menyusun Tujuan Pembelajaran

Dalam praktiknya, masih banyak guru yang melakukan kesalahan dalam menyusun TP. Beberapa kesalahan umum antara lain:

  1. TP terlalu umum dan tidak terukur
  2. Tidak selaras dengan Capaian Pembelajaran
  3. Menggunakan kata kerja yang tidak operasional
  4. Terlalu banyak tujuan dalam satu pembelajaran
  5. TP hanya menekankan aspek pengetahuan

Kesalahan-kesalahan tersebut perlu dihindari agar pembelajaran berjalan optimal.

Tips Agar Tujuan Pembelajaran Lebih Efektif

Agar TP yang disusun benar-benar efektif, guru dapat menerapkan beberapa tips berikut:

  1. Gunakan satu TP untuk satu fokus pembelajaran
  2. Sesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan siswa
  3. Libatkan unsur keterampilan dan sikap
  4. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas
  5. Lakukan refleksi dan perbaikan TP secara berkala

Dengan tips ini, TP akan lebih mudah diterapkan dalam pembelajaran nyata.

Peran Guru dalam Mengimplementasikan TP

Guru tidak hanya berperan menyusun TP, tetapi juga mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Guru harus mampu:

  • Menyesuaikan metode dengan TP
  • Mengelola kelas secara efektif
  • Memberikan umpan balik kepada peserta didik
  • Menggunakan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran

Peran guru sangat menentukan keberhasilan pencapaian Tujuan Pembelajaran.

Kesimpulan

Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan elemen penting dalam Kurikulum Merdeka yang berfungsi sebagai penjabaran dari Capaian Pembelajaran. Menyusun TP yang benar membutuhkan pemahaman CP, penggunaan kata kerja operasional, serta orientasi pada kebutuhan peserta didik.

Dengan TP yang disusun secara tepat, pembelajaran akan menjadi lebih terarah, efektif, dan bermakna. Guru pun dapat melaksanakan pembelajaran dan asesmen secara optimal sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.


Artikel Terkait

Lebih baru Lebih lama