Didalam dunia pendidikan segala hal selaluberkembang, baik itu kurikulumnya maupun istilah yang ada didalamnya. Hal itu bertujuan agar metode dan strategi pembelajaran bisa berjalan dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
Dalam dunia pendidikan modern, khususnya setelah diterapkannya Kurikulum Merdeka, istilah modul ajar dan perangkat ajar semakin sering digunakan oleh guru, sekolah, maupun tenaga kependidikan. Keduanya menjadi komponen penting dalam proses pembelajaran yang efektif, terarah, dan berpusat pada peserta didik.
Namun, masih banyak guru yang bertanya: apa itu modul ajar dan perangkat ajar? Apa bedanya? Mengapa keduanya penting? Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian, fungsi, jenis, hingga contoh modul dan perangkat ajar yang dapat dijadikan referensi praktis bagi guru di semua jenjang.
Pengertian Modul Ajar
Modul ajar adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan terstruktur untuk membantu guru melaksanakan pembelajaran dalam satu atau beberapa pertemuan. Modul ajar berisi tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, materi, asesmen, serta refleksi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
Dalam Kurikulum Merdeka, modul ajar menggantikan peran RPP yang sebelumnya digunakan. Modul ajar dirancang agar guru lebih fleksibel dalam mengelola pembelajaran dan mendorong peserta didik untuk aktif, kreatif, dan berpikir kritis.
Dengan adanya modul ajar ini guru bisa mengatur dan memanage sebaik mungkin rencana pembelajaran kepada peserta didik sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.
Pengertian Perangkat Ajar
Perangkat ajar adalah kumpulan alat, dokumen, dan sumber pembelajaran yang digunakan guru untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Perangkat ajar tidak hanya berupa modul ajar, tetapi juga mencakup berbagai komponen pendukung lainnya.
Dengan kata lain, modul ajar merupakan bagian dari perangkat ajar, sedangkan perangkat ajar memiliki cakupan yang lebih luas.
Fungsi Modul dan Perangkat Ajar
Modul dan perangkat ajar memiliki peran penting dalam kegiatan belajar mengajar. Berikut beberapa fungsinya:
- Sebagai panduan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang terarah dan sistematis
- Membantu pencapaian tujuan pembelajaran sesuai Capaian Pembelajaran (CP)
- Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui perencanaan yang matang
- Mempermudah evaluasi dan asesmen hasil belajar peserta didik
- Mendukung pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa
Dengan modul dan perangkat ajar yang baik, guru dapat mengajar dengan lebih percaya diri dan profesional.
Komponen Modul Ajar
Secara umum, modul ajar Kurikulum Merdeka terdiri atas beberapa komponen utama, antara lain:
- Identitas modul (mapel, fase, kelas)
- Kompetensi awal
- Profil Pelajar Pancasila
- Sarana dan prasarana
- Tujuan pembelajaran
- Pemahaman bermakna
- Pertanyaan pemantik
- Kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup)
- Asesmen (diagnostik, formatif, sumatif)
- Pengayaan dan remedial
- Refleksi guru dan peserta didik
Guru dapat menyesuaikan kelengkapan modul ajar sesuai kebutuhan dan kondisi sekolah.
Jenis-Jenis Perangkat Ajar
Berikut beberapa contoh perangkat ajar yang umum digunakan di sekolah:
- Modul Ajar
- Buku teks pelajaran
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
- Media pembelajaran (slide, video, gambar, audio)
- Instrumen asesmen (soal, rubrik, lembar observasi)
- Bahan ajar digital
- Bank soal dan kisi-kisi
Semua perangkat ini saling melengkapi dan mendukung keberhasilan pembelajaran.
Perbedaan Modul Ajar dan RPP
Banyak guru masih membandingkan modul ajar dengan RPP. Berikut perbedaannya secara singkat:
| Aspek | Modul Ajar | RPP |
|---|---|---|
| Kurikulum | Kurikulum Merdeka | Kurikulum 2013 |
| Fleksibilitas | Tinggi | Terbatas |
| Fokus | Pembelajaran bermakna | Administrasi |
| Diferensiasi | Ditekankan | Belum optimal |
Modul ajar memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk berinovasi.
Contoh Penerapan Modul Ajar
Sebagai contoh, guru dapat menyusun modul ajar untuk satu topik pembelajaran dengan langkah-langkah berikut:
- Menentukan tujuan pembelajaran
- Menyusun kegiatan berbasis masalah
- Menggunakan media interaktif
- Melaksanakan asesmen formatif
- Melakukan refleksi pembelajaran
Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih aktif dan kontekstual.
Manfaat Modul Ajar bagi Guru
Penggunaan modul ajar memberikan banyak manfaat, antara lain:
- Menghemat waktu persiapan mengajar
- Membantu guru pemula
- Meningkatkan profesionalisme guru
- Memudahkan supervisi pembelajaran
- Mendukung akreditasi sekolah
Tidak heran jika modul ajar menjadi kebutuhan utama dalam pembelajaran saat ini.
Penutup
Modul dan perangkat ajar merupakan elemen penting dalam sistem pembelajaran, khususnya di era Kurikulum Merdeka. Dengan memahami pengertian, fungsi, dan jenisnya, guru dapat menyusun pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Bagi guru, menguasai penyusunan modul dan perangkat ajar bukan hanya tuntutan administrasi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi dan inspirasi dalam menyusun perangkat ajar yang lebih baik.
